Selasa, 09 Oktober 2012

9 Oktober 1967: Che Guevara Dieksekusi Mati di Bolivia

Eksekusi Mati
Pada 45 tahun yang lalu, tokoh revolusioner sosialis dan pemimpin gerilyawan Ernesto “Che” Guevara dieksekusi mati di usia 39 tahun oleh pasukan pemerintah Bolivia. Che dikenal sebagai pejuang revolusi komunis Kuba bersama Fidel Castro dan turut menggalang pemberontakan di beberapa negara, mulai dari Amerika Latin hingga Afrika.
Menurut The History Channel, pasukan Bolivia yang dilatih militer AS berhasil menangkap Guevara pada 7 Oktober 1967 saat memerangi kelompok pemberontak. Dua hari kemudian, dia ditembak mati. Pada 1997, jenazah Guevara ditemukan dan dikirim ke Kuba untuk dimakamkan secara kenegaraan oleh Presiden Fidel Castro dan dihadiri rakyat Kuba.

Guevara sendiri lahir di keluarga yang berkecukupan di Argentina pada 1928. Saat belajar ilmu kedokteran di Universitas Buenos Aires, Guevara menyempatkan diri berpetualang keliling Amerika Selatan dengan sepeda motor.
Selama perjalanannya, Guevara menyaksikan banyak warga yang melarat dan korban penindasan dari kelas masyarakat yang berada di atasnya. Itulah yang membentuk pandangan politik dan filosofi Guevara. Dia membuat catatan perjalanannya dengan motor sepanjang 5.000 mil itu, yang akhirnya dibukukan dengan judul The Motorcycle Diaries pada 2003 dan filmnya dibuat setahun berikutnya.
Setelah lulus dari kuliah medis pada 1953, Guevara justru bergabung dalam kelompok-kelompok sayap kiri. Pada pertengahan dekade 1950an, Guevara bertemu dengan Castro, yang membantuk kelompok perjuangan di Meksiko.
Guevara membantu Castro dan kelompoknya dalam menggusur diktator Kuba, Fulgencio Batista pada 1959. Sejak saat itu Kuba berada di bawah kekuasaan Fidel Castro, hingga dia pensiun dan menyerahkan jabatan presiden kepada adiknya, Raul.
Guevara sendiri turut dianggap menjadi pahlawan di Kuba, lantaran kecerdikan dan keberaniannya dalam turut memimpin milisi perjuangan melawan rezim Batista, yang didukung AS. Sebagai balas jasa, Castro memberi jabatan Menteri Industri kepada Guevara. Dia pun menjalani misi diplomatik di sejumlah negara Asia dan Afrika, bahkan dipercaya mewakili Kuba berpidato di Sidang PBB pada 1964.
Guevara merasa masih banyak rakyat di negara-negara Dunia Ketiga yang menjadi korban penindasan kaum kapitalis. Itulah sebabnya Guevara lalu memilih mundur dari pemerintahan Castro untuk membantu perjuangan para pemberontak di negara-negara Dunia Ketiga.
Guevara lalu berpetualang membantu perjuangan pemberontak di sejumlah negara Afrika – seperti Kongo, Mozambik, dan Tanzania. Dia lalu kembali ke Amerika Latin, kali ini ke Bolivia pada 1967.
Sepak terjang Guevara ini membuat dia menjadi buruan badan intelijen AS, CIA. Didukung pasukan Bolivia yang dilatih AS, agen CIA Felix Rodriguez memimpin penyerbuan ke sarang pemberontak yang dihuni Guevara.
Presiden Bolivia saat itu, Rene Barrientos, memerintahkan eksekusi atas Guevara. Namun dia meminta skenario agar Guevara tewas seolah-olah akibat tembak-menembak. Dalam pemeriksaan, Guevara diketahui ditembak sembilan kali. Kedua tangannya dipotong dan jenazahnya dikubur di sebuah makam tanpa nama.
Ketika Castro mendengar kematian Guevara, dia memerintahkan Kuba berkabung selama tiga hari. Tidak hanya Kuba yang memuja Guevara. Masyarakat internasional, termasuk pejuang anti-Apartheid Nelson Mandela, Jean-Paul Sartre, dan Malcolm X menganggap dia sebagai simbol anti imperialisme dan tokoh revolusi.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Choose Label

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani