
Pada 37 tahun lalau Timor Timur memproklamasikan kemerdekaan dari Portugal sebelum bergabung bersama Indonesia.
Timor Timur
merupakan sebuah wilayah bekas koloni portugis yang dianeksasi oleh
militer Indonesia menjadi sebuah provinsi yang pernah menjadi bagian
Indonesia antara 17 Juli 1976 sampai 19 Oktober 1999.
Sejarah Timor Leste
berawal dengan kedatangan orang Australoid dan Melanesia. Orang dari
Portugal mulai berdagang dengan pulau Timor pada awal abad ke-15 dan
menjajahnya pada pertengahan abad itu juga. Setelah terjadi beberapa
bentrokan dengan Belanda, dibuat perjanjian pada 1859 di mana Portugal
memberikan bagian barat pulau itu. Jepang menguasai Timor Timur dari
1942 sampai 1945, namun setelah mereka kalah dalam Perang Dunia II
Portugal kembali menguasainya.
Pada tahun 1975, ketika terjadi
Revolusi Bunga di Portugal dan Gubernur terakhir Portugal di Timor
Leste, Lemos Pires, tidak mendapatkan jawaban dari Pemerintah Pusat di
Portugal untuk mengirimkan bala bantuan ke Timor Leste yang sedang
terjadi perang saudara, maka Lemos Pires memerintahkan untuk menarik
tentara Portugis yang sedang bertahan di Timor Leste untuk mengevakuasi
ke Pulau Kambing atau dikenal dengan Pulau Atauro. Setelah itu FRETILIN
menurunkan bendera Portugal dan mendeklarasikan Timor Leste sebagai
Republik Demokratik Timor Leste pada tanggal 28 November 1975.
Menurut
suatu laporan resmi dari PBB, selama berkuasa selama 3 bulan ketika
terjadi kevakuman pemerintahan di Timor Leste antara bulan September,
Oktober dan November, Fretilin melakukan pembantaian terhadap sekitar
60.000 penduduk sipil (sebagian besarnya adalah pendukung faksi
integrasi dengan Indonesia). Dalam sebuah wawancara pada tanggal 5 April
1977 dengan
Sydney Morning Herald, Menteri Luar Negeri
Indonesia Adam Malik mengatakan bahwa “jumlah korban tewas berjumlah
50.000 orang atau mungkin 80.000″. Tak lama kemudian, kelompok
pro-integrasi mendeklarasikan integrasi dengan Indonesia pada 30
November 1975 dan kemudian meminta dukungan Indonesia untuk mengambil
alih Timor Leste dari kekuasaan FRETILIN yang berhaluan Komunis.
sumber