Jumat, 30 Agustus 2013

Charger Ponsel Berbahan Urin

Pren, ponsel atau Handphone bisa dibilang salah satu benda yang wajib untuk kita bawa kemana pun kita pergi. Begitu pula dengan chargernya. Dimana ada handphone pasti ada chargernya. Betul pren? Menurut pengamatan, hampir setiap orang terutama pelajar, pasti membawa handphone berikut dengan chargernya.
Akhir-akhir ini, chargeran tersebut mulai ‘tergantikan’ dengan adanya powerbank. Bisa dibilang powerbank ini lebih unggul dibandingkan dengan chargeran aslinya. Karena dengan powerbank kita tidak perlu mencari stop kontak untuk menge-charge handphone.
Bicara soal charger ponsel atau handphone, pernahkah terbayang di otak loe kalo chager ponsel loe berasal dari urin? Ternyata ada ilmuwan yang berhasil menemukan teknologi ini lho pren. Mau tau seperti apa charger ponsel dari energy urin ini? Yuk simak artikel yang berikut ini.
Charger Ponsel Berbahan Urin - unic29
Energi pengisi daya bisa berupa listrik, surya, atau gerak. Tapi bagaimana kalau energi itu berupa urin manusia? Ilmuwan berhasil menemukan teknologi ini yang mengubah urin jadi energi listrik dan bisa jadi charger ponsel di kemudian hari pren.

Mungkin teknologi ini terdengar tidak lazim. Namun manfaat urin ternyata di luar apa yang pernah terpikirkan manusia sebelumnya.
Tenaga listrik yang dihasilkan nantinya akan digunakan untuk mengisi ulang baterai. Terus apa yang terkandung dalam urin itu sendiri?
Para ilmuwan dari Bristol Robotics Laboratory Inggris menklaim kalau mereka telah berhasil mengubah urin menjadi energi yang cukup untuk mengisi energi baterai ponsel.
Para ilmuwan berpendapat kalau bakteri hidup dalam urin bisa menciptakan listrik dalam proses pemecahannya. Sebagai elektrolit, pH urin mengubahnya layaknya seperti bahan bakar.
Dikutip dari TIME, salah satu ilmuwan yang terlibat, Dr. Ioannia Ieropoulos mengatakan kalau dirinya telah berhasil mengisi daya baterai ponsel Samsung.
“Dengan memanfaatkan tenaga yang dihasilkan oleh urin, kami telah mencoba mengisi daya baterai Samsung,” terangnya.
Ieropoulos sendiri percaya kalau teknologi ini miliki masa depan cerah di kemudian hari. Sebab, menurutnya urin adalah salah satu pasokan ‘bahan’ yang tidak terbatas jumlahnya.
Apa jadinya kalau teknologi ini bisa terwujud. Mungkin loe tidak lagi mententeng charger berkabel colokan disaat loe mengisi baterai pren. Dan mungkin pula juga makin berkurang orang yang suka kencing sembarangan. Sebab urin mereka cukup ‘bermanfaat’.
Namun kondisi di atas masih membutuhkan waktu pren. Dr. Ioannia Ieropoulos dan tim Bristol Robotics Laboratory Inggris saat ini tengah berusaha keras untuk mewujudkannya.


Kita doakan saja supaya teknologi tersebut bisa terwujud ya pren. Teknologi tersebut tentunya sangat bermanfaat untuk kita semua.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Choose Label

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani