Senin, 13 Agustus 2012

Baterai yang bisa di lipat

Para ilmuwan Korea berhasil membuat sebuah baterai super tipis dan fleksibel. Baterai ini diharapkan suatu hari nanti bisa digunakan untuk gadget dengan layar besar sehingga dapat dilipat ke dalam saku.
wikispaces.com
wikispaces.com
Keterbatasan perangkat elektronik portabel mungkin terletak pada ukuran layar yang besar. Kehadiran ponsel, tablet dan e-book reader memiliki keterbatasan bagaimana cara menyimpannya, apakah itu di tas ataupun di saku. Nah, dengan teknologi ini mungkin ceritanya akan berbeda.

Para ilmuwan tersebut mengatakan bahwa saat ini mereka berhasil menciptakan layar fleksibel – yaitu E Ink Screen(pada ereaders) dan OLEDs (pada beberapa ponsel). Namun, ada beberapa komponen sulit beradaptasi, khususnya baterai, yang cenderung menjadi salah satu bagian terbesar dari perangkat portabel. Untuk itu, baterai lipat akan menjadi langkah besar agar gadget bisa dilipat.
Profesor Keon Jae Lee dari Korea Advanced Institute of Science and Technology bersama timnya baru saja mewujudkannya. Seperti yang dilaporkan PhysOrg, Lee mampu menciptakan baterai lithium-ion setipis silet dan yang terpenting adalah baterai ini mampu mempertahankan tegangan bahkan ketika sedang dibengkokkan. Anda bisa lihat di video nya via Youtube lewat link ini. Dalam video tersebut nampak baterai dengan LED biru, yang tidak pernah berkedip ketika baterai diputar berulang-ulang. Kemudian, baterai ini diuji menggunakan voltmeter sambil dibengkokkan, dan hasilnya tegangan pun tidak berubah sama sekali.
Lee kini masih mengupayakan produksi massal serta kemungkinan menumpuk baterai agar menghasilkan daya output yang lebih besar. Soal kepraktisan dan daya tahan gadget fleksibel, hal ini juga masih dipertanyakan, tetapi alangkah baiknya jika masalah teknis utama lah yang dapat dipecahkan.
Apakah Anda tertarik memiliki tablet atau ponsel yang bisa dilipat? Jenis gadget fleksibel apa yang ingin Anda lihat? Silahkan berbagi ide di kolom komentar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Choose Label

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani