Selasa, 07 Agustus 2012

Hewan Aneh ini Mirip Alat Kelamin Pria

Hewan Aneh
Makhluk unik ditemukan di Sungai Madeira, Rondonia, Brazil. Hewan ini memiliki tubuh panjang seperti ular dan berbentuk seperti alat kelamin pria. Atretochoana eiselti, demikian nama hewan ini.
Binatang tersebut ditemukan setelah sejumlah teknisi mengeringkan sungai untuk membuat dam baru di Sungai Madeira pada November 2011 lalu. Kala itu 6 ekor hewan serupa ular dengan panjang badan sekitar satu meter ini ditemukan. Demikian dilansir Dailymail, 1 Agustus 2012 lalu.

Sejumlah kalangan menyebut hewan ini sebagai ‘ular buta’. Para ilmuwan meyakini binatang ini memiliki hubungan dekat dengan salamander dan katak. Hingga kini genus atau marga dari hewan ini masih diklasifikasikan.
Ditengarai hewan ini merupakan hewan langka yang hanya terlihat secara sporadis sejak ditemukan pertama kali pada 1968. Hewan ini diketahui namanya berdasar dua spesimen yang diawetkan Naturhistorisches Museum, Wina, Austria.
Saat awal ditemukan, para ahli memasukkan hewan ini ke marga Typhlonectes. Namun pada 1996 hewan ini dimasukkan ke genus monotipik yang mana hanya terdiri dari satu spesies.
Berdasar informasi dari wikipedia, spesies ini tidak memiliki kaki, paru-paru, hidup di air serta bernapas melalui kulit. Ilmuwan mengkategorikan hewan ini sebagai Sesilia yang termasuk dalam ordo amfibia yang bertubuh serupa cacing besar atau ular.
Ahli biologi, Julian Tupan, yang bekerja untuk San Antonio Energy -perusahaan yang mengkonstruksi dam- mengatakan bahwa ada 6 ekor hewan semacam itu yang ditemukan. Namun satu ekor mati, tiga dilepaskan lagi ke alam, dan dua lainnya diambil untuk keperluan penelitian.
“Kami rasa hewan ini bernafas melalui kulitnya dan kemungkinan makan ikan kecil dan cacing, tapi masih belum terbukti,” ucap Tupan.
Untuk diketahui, Amazon adalah seperti ‘kotak ajaib’ yang di dalamnya terdapat reptil dan amfibi yang mengejutkan. Masih banyak lagi yang perlu ditemukan. sumber: detik.com

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Choose Label

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani